Selasa, 05 Februari 2013

Mari Pangestu: Jangan lupa pakai batik!

Mari Pangestu: Jangan lupa pakai batik! 

jual baju anak

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, mengingatkan masyarakat di seluruh tanah air soal hari batik nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.
“Selasa tanggal 2 Oktober besok adalah hari batik nasional, jangan lupa untuk menggunakan batik,” kata Menteri Mari Pangestu saat menggelar jumpa pers, di Jakarta, Senin.


Ia menyambut baik semakin memasyarakatnya batik pasca-ditetapkannya batik sebagai warisan budaya bangsa asal Indonesia oleh UNESCO pada 2010. Namun, Mari Pangestu ingin batik semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia sekaligus menjadi wadah untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif di tanah air.
“Batik ini kerajinan dan di hampir semua negara kerajinan memang dihargai, jadi kita harus menghargai hasil karya anak bangsa,” katanya.
Menanggapi mulai maraknya produk tekstil bercorak batik, Mari Pangestu menegaskan pihaknya menekankan pentingnya mengedukasi konsumen.
“Tekstil bercorak batik, itu bukan batik. Memang harganya murah, tapi pada akhirnya adalah bagaimana kita mendidik konsumen,” katanya.
Ia mencontohkan, batik yang merupakan hasil kerajinan diproses melalui berbagai tahapan sehingga jika harganya mahal maka dinilainya wajar. Batik cap, katanya, juga termasuk batik hasil kerajinan karena telah melalui berbagai proses.
Mari menyarankan agar masyarakat tidak tertipu dan pandai-pandai memilih batik untuk digunakannya.
Indonesia sendiri sampai sejauh ini menempati peringkat ke-39 sedunia dalam “world cultural heritage” menurut World Economic Forum (WEF).
Menurut dia, fakta itu menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi oleh para pelaku ekonomi kreatif. (sumber: antara)

CATATAN:
Bagi muslim, saat ini banyak pilihan gamis atau koko bermotif batik. Anda bisa melihat koleksi Queena, Galis, maupun Azka. Mari selamatkan budaya warisan leluhur namun tetap syar’i.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar